12 February 2008

Novel: Cinta dan Popularitas Episode 3

Dia sempat menoleh ke kiri dan melihat seorang ibu setengah baya yang terbengong-bengong memperhatikan apa yang baru saja dilakukan oleh Erlita. Maklum layanan video call belum bisa dirasakan oleh semua orang, karena memang dibutuhkan perangkat telepon berharga lumayan tinggi. Jadi wajar saja jika banyak orang akan heran melihat gelagat orang-orang modern saat melakukan panggilan video tersebut.

Ibu setengah baya itu semakin terheran-heran saat melihat Erlita mengeluarkan ponselnya yang lain. Kali ini yang ada dalam genggaman tangan Erlita adalah ponsel berlayar lebar 2.8 inchi yang memiliki tv tunner. Jemarinya tampak sibuk mengutak-atik ponsel itu dan tak lama kemudian sayup-sayup terdengar suara seorang pembawa acara menyajikan berita pagi.

No comments: